Sebab Akibat Pencemaran Air

Berbicara tentang pencemaran air, kita tidak akan bisa melepaskan diri dari topik lebih luas yang menaunginya, yaitu tentang kesehatan lingkungan. Pencemaran air merupakan salah satu dari berderet-deret akibat dari pola hidup yang tidak mendukung penjagaan terhadap lingkungan yang sehat.

Bagaimana cara mengenali pencemaran air?

Air yang telah mengalami pencemaran tentu akan terlihat berbeda dari kondisi normal yang sehat. Setidaknya ada tiga pertanda yang menunjukkan bahwa air di tempat tertentu telah tercemar:

  • Secara fisis atau yang bisa dikenali langsung dengan panca indera; misalnya terkait dengan perubahan suhu, warna, kejernihan, dan rasa air.
  • Secara biologis, yang berupa mikroorganisme (berbahaya) dalam air
  • Secara kimiawi, yang terkadang sulit dikenali. Ini disebabkan oleh adanya zat kimia yang masuk dan/atau terlarut ke dalam air.

Apa saja Penyebab Pencemaran Air?

Pencemaran air terjadi di banyak tempat di Indonesia; mulai dari lingkup kecil seperti selokan, sungai, hingga perairan yang lebih luas semacam laut. Penyebabnya pun bermacam-macam, dari yang tampak sepele sampai yang menimbulkan banyak kerugian.

Secara spesifik, penyebab pencemaran air adalah limbah atau sisa pembuangan yang dialirkan ke aliran atau tempat-tempat tergenangnya air. Jenisnya bervariasi; yang bisa dikategorikan berdasar bentuk atau tempat asalnya.

Dari segi bentuk, terdapat dua jenis mutan atau bahan yang menyebabkan pencemaran:

  • Benda padat; yang berupa sampah-sampah padat dari kertas, plastik, dan material lainnya.
  • Cairan; yang akan langsung bersatu dengan aliran air yang dicemari.

Sedangkan menurut tempat asalnya, limbah penyebab pencemaran air bisa dibagi menjadi berbagai macam, antara lain sebagai berikut:

Limbah rumah tangga, yaitu sampah (baik padat maupun cair) yang berasal dari rumah-rumah individu. Contohnya adalah bungkus makanan, air sabun, air bekas cucian yang mengandung zat kimia, dan sebagainya. Limbah jenis ini seringkali disebut pula sebagai limbah pemukiman.

Limbah industri. Dari namanya, jelas terlihat bahwa limbah pencemar berasal dari aktivitas industri. Sebagaimana kita ketahui, negara ini dipenuhi dengan ratusan ribu industri penghasil limbah. Pabrik-pabrik yang beroperasi di banyak tempat seringkali tidak memperhatikan kesehatan lingkungan di sekitarnya. Sisa produksi yang bermuatan zat kimia adalah pencemar air nomor satu, di samping limbah padat lainnya yang jenisnya sangat beragam.

Limbah pertanian. Aktivitas pertanian pun terkadang tidak kalah merugikan lingkungan, meskipun tidak separah apa yang dihasilkan oleh limbah industri. Penggunaan bahan kimia dalam kegiatan pertanian adalah sumber utama yang bisa mencemari perairan.

Selain ketiga penghasil utama limbah pencemar air di atas, masih ada satu lagi sumber limbah yang ada hanya di sejumlah daerah, yaitu yang berasal dari aktivitas pertambangan.

Akibat Pencemaran Air untuk Masyarakat.

Air yang tercemar tentu membawa banyak kerugian bagi masyarakat, mengingat kedudukan air sebagai salah satu elemen terpenting dari kehidupan mereka. Berikut ini sebagian akibat pencemaran air bagi kehidupan sehari-hari yang seluruhnya bermuara pada satu hal, yaitu terganggunya kesehatan.

  • Tumbuhnya mikroorganisme berbahaya yang berasal dari pembusukan sampah. Jika masuk ke dalam tubuh, mikroorganisme ini akan menimbulkan bahaya seperti penyakit.
  • Air yang beracun, sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Racun ini bisa berasal dari limbah kimiawi dari rumah tangga, industri, pestisida dari kegiatan pertanian, dan sebagainya.
  • Kesulitan untuk memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Terganggunya keseimbangan ekosistem di dalam air; yang bisa berdampak juga untuk kehidupan manusia, contoh: berkurangnya populasi ikan di sungai atau laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *