Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Kelestarian Hutan

Seperti yang kita ketahui, keberadaan hutan sangatlah penting bagi kehidupan kita. Bukan hanya penting bagi manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan yang hidup di hutan sangat bergantung pada kelestarian hutan itu sendiri. Hutan memiliki banyak fungsi. Bagi manusia, hutan bermanfaat untuk menjaga keseimbangan air tanah.

Dengan adanya hutan, pada saat musim penghujan air hujan tidak langsung jatuh ke tanah, tapi ke permukaan daun atau dapat terserap oleh akar pepohonan di hutan sehingga dapat meminimalisir terjadinya banjir maupun tanah longsor. Selain itu, hutan sangat berperan penting sebagai penyedia sumber air, penghasil oksigen, mencegah timbulnya pemanasan global, dan hutan merupakan tempat hidup berjuta flora dan fauna.

Tidak bisa dibayangkan apabila tidak ada hutan. Hewan dan tumbuh-tumbuhan di hutan akan mati karena tidak memiliki tempat hidup dan makanan. Selain itu juga akan memicu terjadinya pemanasan global, dan tempat tinggal kita akan semakin rentan dengan ancaman tanah longsor maupun banjir pada saat musim penghujan tiba.

Saat ini, nasib hutan terutama di Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak sekali hutan-hutan yang gundul karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, hutan-hutan di Indonesia mengalami penggundulan seluas 6x lapangan sepakbola pada setiap menitnya.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nasib hutan beberapa tahun ke depan. Padahal, dulu Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia, karena Indonesia berkontribusi terhadap penyediaan kapasitas oksigen dunia melalui hutan yang lebat.

Jika melihat kenyataannya sekarang, sungguh sangat miris dan memprihatinkan. Kehidupan generasi kita mendatang akan terancam dengan kerusakan hutan sekarang ini. Alangkah baiknya, kita para generasi muda melakukan upaya untuk melestarikan hutan sejak dini.

Upaya Pelestarian Hutan;

Ada berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian hutan, diantaranya:

  1. Menerapkan system tebang pilih. System tebang pilih adalah penebangan pohon di hutan yang dilakukan dengan cara memilih pohon yang sudah tua dan penebangannya juga harus diberi jarak tertentu, tidak satu lokasi pohon ditebang semuanya.
  2. Menerapkan system tebang tanam. Yang dimaksud system tebang tanam adalah menebang pohon lalu diiringi dengan penanaman bibit pohon baru, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga.
  3. Mencegah penebangan liar. Penebangan liar sering dikenal dengan istilah illegal logging. Di Indonesia, kasus illegal logging saat ini semakin parah. Untuk itu diperlukan adanya polisi hutan yang bertugas untuk meningkatkan pengawasan hutan. Selain itu, para pelaku illegal logging juga harus diberikan hukuman yang berat karena telah merugikan negara.
  4. Melakukan reboisasi. Reboisasi atau penghijauan adalah penanaman kembali hutan yang sudah gundul. Jadi, hutan yang sudah gundul kembali ditanami dengan pepohonan, sehingga mencegah kerusakan hutan dan mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor.

Peran Pemuda Dalam Melestarikan Hutan;

Menurut Undang-undang pasal 17 Nomor 40 Tahun 2009, generasi muda Indonesia mempunyai tiga peran, salah satunya adalah para pemuda Indonesia mempunyai peran sebagai agen perubahan yang diwujudkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, dan atau kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Dari pasal diatas sudah jelas bahwa kita sebagai generasi muda diwajibkan untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, termasuk menjaga kelestarian hutan. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab kita semua demi nasib bangsa kita ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *