Ramah Lingkungan dari Rumah

Percayakah Anda bahwa setiap hal yang Anda gunakan di rumah mempunyai dampak terhadap lingkungan? Tentu dampak yang kita bicarakan adalah dampak buruk yang kemudian akan membawa pengaruh pada kehidupan mereka saat ini atau bahkan kehidupan anak dan cucu mereka kelak.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan masyarakat modern tidak bisa dipisahkan dari berbagai bentuk teknologi yang memerlukan energi dalam pengoperasian. Teknologi digunakan karena bisa meningkatkan efisiensi pekerjaan atau bahkan melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Namun demikian, perkembangan teknologi acapkali sebanding dengan kerusakan lingkungan. Banyak produk teknologi yang menghasilkan zat sisa yang berdampak buruk terhadap lingkungan seperti CO2.

Memang benar bahwa mungkin zat CO2 yang dihasilkan oleh sebuah produk teknologi saja tidaklah demikian besar, tetapi kita bayangkan saja berapa banyak produk teknologi berupa barang elektronik yang digunakan oleh setiap rumah tangga.

Tidaklah mengherankan jika kemudian keseimbangan lingkungan menjadi terganggu. Oleh karena itu, sudah saatnya Anda lebih peduli terhadap lingkungan karena dengan demikian Anda akan memperpanjang umur keramahan lingkungan untuk anak dan cucu.

Hal-hal sederhana bisa dilakukan dan mungkin Anda tidak menduga bahwa hal tersebut akan memberikan dampak yang cukup signifikasn terhadap lingkungan terlebih jika semua orang di dunia melakukannya.

Pendingin Ruangan dan Lemari Pendingin.

Kita hidup di daerah tropis sehingga kita cukup akrab dengan suhu udara yang cukup panas sepanjang tahun. Panasnya suhu udara sepanjang tahun ini membuat banyak orang merasa tidak nyaman sehingga mereka memilih menggunakan beberapa perangkat elektronik yang berfungsi mendinginkan misalnya pendingin ruangan (AC) dan lemari pendingin.

AC boleh jadi sudah menjadi pilihan wajib bagi mereka yang tinggal di daerah panas agar mereka merasa lebih nyaman saat berada di dalam ruangan. Namun demikian, Anda tidak boleh sembarangan menyetel suhu pendingin ruangan agar tidak terlalu tinggi sehingga penggunaan energi listrik menjadi lebih efisien.

Anda perlu pula mengganti AC lama yang tidak begitu efisien dengan AC baru yang lebih efisien tiga kali lipat. Efisiensi penggunaan AC juga harus dijaga dengan membersihkan filter dan ventilasi.

Lemari pendingin boleh jadi merupakan salah satu pengguna energi listrik terbesar di rumah terlebih jika digunakan secara tidak benar. Kulkas sebaiknya tidak ditempatkan di dekat sumber panas. Anda juga perlu membersihkan kondensor dan menutup pintu kulkas.

Suhu kulkas sebaiknya juga diatur secukupnya saja mungkin dengan mengaktifkan tombol energy saver. Penggantian kulkas lama dengan yang baru juga akan meningkatkan efisiensi sehingga lebih ramah lingkungan.

Pemanas dan Energi Hijau.

Agar penggunaan air panas khususnya untuk mandi lebih praktis, banyak orang yang memilih penggunaan pemanas air listrik, tetapi pemanas air mengkonsumsi energi listrik yang tinggi. Agar lebih efisien, pemanas air sebaiknya hanya dinyalakan saat dibutuhkan saja dan Anda bisa menggunakan timer untuk memastikannya.

Anda juga memasang isolator agar air tetap panas selama berada di dalam pipa. Kebanyakan sumber energi yang digunakan oleh kita saat ini masih sangat bergantung pada energi minyak bumi sehingga ada kekhawatiran bahwa suatu ketika energi menjadi sangat mahal akibat minyak bumi yang semakin tipis di alam.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan sumber energi hijau untuk investasi demi masa depan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan. Anda bisa mengganti sumber energi beberapa alat elektronik dengan gas khususnya kompor dan pemanas air.

Tidak ada salahnya Anda mulai menabung untuk instalasi panel surya yang akan mengganti ketergantungan terhadap listrik tenaga minyak bumi paling tidak untuk beberapa alat elektronik dengan konsumsi energi besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *