Kekayaan Flora Dan Fauna Endemik Terancam Di Kepulauan Tanimbar

Indonesia memiliki ribuan pulau dan masing – masing pulau menyimpan berbagai kekayaan alam. Beberapa pulau memiliki kekayaan hayati yang luar biasa; salah satunya adalah keberadaan flora dan fauna endemik di pulau – pulau tersebut. Keunikan kondisi alam, cuaca serta isolasi yang panjang membuat beberapa pulau sangat kaya akan flora dan fauna endemik.

Salah satu gugusan kepulauan yang juga kaya akan satwa endemik adalah kepulauan Tanimbar. Kepulauan ini juga sering disebut dengan Timur Laut; terdiri atas kurang lebih 65 pulau dan termasuk ke dalam Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Propinsi Maluku.

Kepulauan Tanimbar sendiri dimasukkan ke dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil; beberapa pulau besar di kepulauan ini adalah Yamdena, Fordata, Larat, Wotap, Nuswator dan Selaru. Yamdena merupakan pulau tersebar di Kepulauan Tanimbar dengan luas sekitar 3.300 km persegi serta memiliki kurang lebih 40 desa yang kebanyakan terletak di pinggiran pantai. Masyarakat Tanimbar hidup dari bercocok tanam serta usaha perikanan.

Kondisi Lingkungan dan Kekayaan Hayati Kepulauan Tanimbar.

Tanimbar memiliki kondisi lingkungan yang unik dan termasuk dalam lingkungan kepulauan Laut Banda yang memiliki hutan hujan tropis yang lembab. Menjadi bagian paling timur dan wilayah biogeografi Wallacea; Tanimbar memiliki perpaduan flora dan fauna tipe Asia dan Australia.

Hutan hujan tropis di kepualauan Tanimbar menjadi tempat tinggal beberapa flora dan fauna endemik. Beberapa spesies reptil dan burung endemik tinggal di Kepulauan Tanimbar dan kesemuanya menjadi bagian dari campuran fauna tipe Asia dan Australia.

Beberapa jenis reptil seperti kadal panana dan ular patola yang berasal dari Kepulauan Tanimbar tidak dapat ditemui di tempat lain. Kadal panana dari kepulauan Tanimbar tengah dinominasikan dan diteliti untuk menjadi spesies atau subspecies tersendiri.

Ukuran, corak sisik serta karakter kadal panana dari Tanimbar membuat banyak peneliti tertarik dan menominasikan species dari kepulauan ini menjadi spesies terpisah dari species fauna serupa dari wilayah Kepulauan Maluku dan Papua.

Reptil lain yang hanya di temui di Kepulauan Tanimbar adalah ular Patola Tanimbar atau Morelia nauta. Masih berkerabat dekat dengan keluarga Morelia lain dari Kepulauan Maluku dan Papua; Morelia nauta atau Patola Tanimbar memiliki ukuran yang lebih kecil serta motif atau corak yang berbeda dibandingkan Morelia dari Seram, Halmahera dan juga Papua.

Kakatua Tanimbar atau sering disebut sebagai Tanimbar Corella atau Kakatua Goffin merupakan salah satu burung endemik yang tinggal di Kepulauan Tanimbar. Berukuran lebih kecil dibandingkan dengan jenis kakatua putih lain; Kakatua Tanimbar juga memiliki jambul yang berbeda bentuk dan warna.

Selain kakatua; Tanimbar juga memiliki spesies jalak endemik serta nuri endemik. Keberapaan burung paruh bengkok dan jalak menandakan pengaruh dua wilayah biogeografi yaitu tipe fauna Asia dan Australia.

Ancaman Bagi Kelestarian Kekayaan Hayati Kepulauan Tanimbar.

Perkembangan pertanian terutama perkebunan kelapa menjadi salah satu ancaman bagi kekayaan hayati Kepulauan Tanimbar. Berkurangnya luasan hutan serta perubahan fungsi lahan menggusur beberapa spesies flora dan fauna sehingga mengurangi populasi mereka di alam.

Perburuan juga menjadi masalah serius bagi kelestarian fauna endemik Tanimbar. Permintaan yang tinggi di pasar hewan peliharaan membuat burung serta reptil dari Kepulauan Tanimbar menjadi incaran pemburu untuk dijual langsung kepada kolektor ataupun melalui pasar gelap.

Kenyataan bahwa hanya beberapa dari fauna endemik Kepulauan Tanimbar yang telah dimasukkan ke dalam daftar fauna yang dilindungi undang – undang membuat perburuan semakin sulit dikendalikan. Perincian kembali status konservasi beberapa fauna endemik Tanimbar sangat diperlukan guna memberikan perlindungan terbaik bagi kekayaan hayati kepulauan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *